Master Cheng Yen Bercerita – Si Penyu Membalas Budi (023)

Sharing is caring!

Master Cheng Yen Bercerita ” Si Penyu Membalas Budi ” (023)

 

Cinta kasih adalah sikap hormat. Selain terhadap manusia, kita juga harus mencintai semua makhluk di dunia. Semua makhluk hidup di dunia memiliki keluarga dan perasaan. Kita semua tahu cinta kasih seorang ibu. Cinta kasih ibu tidak hanya dimiliki manusia, tetapi dimiliki semua makhluk hidup. Bahkan binatang yang ganas seperti harimau, jika memiliki anak juga memiliki cinta kasih seorang ibu. Mereka juga memiliki keluarga. Mereka memiliki keluarga dan perasaan seperti manusia. Karena itu kita harus mengasihi semua makhluk hidup di dunia dan memperlakukan mereka secara setara. Bagaimana kita berharap diperlakukan oleh orang, demikianlah kita harus memperlakukan semua makhluk hidup. Inilah cinta kasih.

Demikianlah kisahnya : https://youtu.be/mninGg7pZR8

Di zaman dahulu, terdapat banyak kisah seperti ini. Orang-orang di zaman dahulu percaya bahwa hewan memiliki kehidupan seperti manusia. Karena itu, saat itu banyak orang melepaskan makhluk hidup. Di dalam agama Buddha, Bhiksu Lian Chi juga sering mengimbau orang untuk menghentikan pembunuhan. Karena itu terdapat banyak kisah seperti ini. Sekarang kita sering melihat pelayan yang bekerja untuk majikannya. Apapun hewan yang dibeli pulang oleh sang majikan, mereka tetap harus membunuhnya. Hewan juga adalah makhluk hidup. Sungguh pada saat menyembelih hewan, mereka juga merasa tidak tega. Namun, sebagai pelayan yang dipekerjakan untuk memasak, saat majikan mereka membeli hewan, mereka tetap harus menyembelihnya meski merasa tidak tega. Ini karena mereka memiliki hati yang baik. Namun, adapula orang yang bertemperamen buruk. Setiap kali melihat hewan, mereka sangat marah dan tidak menyukainya sehingga ingin membunuh mereka. Karma buruk seperti ini juga sangat besar.

Kita hendaknya memiliki hati penuh welas asih. Meski dahulu pernah menyembelih banyak hewan karena terpaksa tetapi dia merasa tidak tega dan bersedia melepaskannya. Lihatlah, penyu yang telah dilepas itu kembali untuk membalas budinya. Jadi, kita harus bisa membedakan baik dan buruk. Saat membunuh makhluk hidup, kita menciptakan karma buruk. Saat kita membantu sesama, pahalanya akan kita tuai sendiri. Jadi kita harus bisa membedakan yang baik dan buruk. Jadi kita harus selalu membina hati penuh cinta kasih dan mencegah diri dari perbuatan membunuh. Ini sangatlah penting karena jiwa kebijaksanaan kita bertumbuh dari cinta kasih. Pada saat kita mengasihi sesama dan semua makhluk itu berarti kita mengasihi jiwa kebijaksanaan sendiri. Jika kita bisa memandang semua makhluk secara setara maka kita akan tahu bagaimana mengasihi mereka. Jadi, saudara sekalian, dalam meneladani Buddha, kita harus mengasihi diri sendiri dan menjaga hati dengan baik. Dengan begitu, kita akan bisa menghormati semua makhluk hidup. Kita harus selalu bersungguh hati.

Demikianlah dituliskan kisahnya dari video Master Cheng Yen Bercerita ” Si Penyu Membalas Budi ” (023) https://youtu.be/mninGg7pZR8

 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

 

Sharing is caring!