Master Cheng Yen Bercerita – Yaksa Kecil Merebut Kursi Dewa Sakra (021)

Sharing is caring!

Master Cheng Yen Bercerita ” Yaksa Kecil Merebut Kursi Dewa Sakra ” (021)

Apakah kalian masih ingat bahwa Buddha berkata bahwa Beliau pernah bertemu dengan banyak Buddha ? Beliau juga terus menjalani pelatihan dari kehidupan ke kehidupan. Setiap Buddha datang ke dunia dengan latar belakang masing-masing karena Buddha memberi bimbingan sesuai dengan kebutuhan zaman. Di dunia ini, latar belakang setiap zaman juga berbeda-beda.

Setiap Buddha menghadapi zaman yang berbeda-beda dan menggunakan berbagai metode terampil untuk membimbing makhluk hidup yang berbeda-beda. Jika kita bisa terus menerima bimbingan setiap Buddha dan terus giat melatih diri, maka kita akan bisa memupuk banyak pahala. Mungkin kalian berpikir Buddha Sakyamuni sudah bertemu dengan banyak Buddha, bagaimana dengan kita ?. kita mungkin berpikir kita tidak sadar pada saat bertemu dengan Buddha atau tidak tahu ajaran Buddha yang mana yang bermanfaat bagi kita. Jika kalian berpikir begitu, saya ingin memberi tahu kalian bahwa kita hendaknya mengganggap setiap orang sebagai Buddha.

Sesungguhnya setiap orang memiliki hal yang bisa kita pelajari. Jika kita bisa sungguh-sungguh mendengar pola pikir orang, mendengar cara mereka menghadapi orang dan menangani masalah sesungguhnya semua itu adalah pendidikan hidup bagi kita. Jika bisa membangkitkan hati penuh hormat seperti ini tak mungkin kita tak memiliki kesempatan bertemu dengan Buddha karena setiap orang adalah Buddha. Jadi, kita harus selalu membina hati penuh hormat.

Demikianlah kisahnya https://youtu.be/ntS6Roxp2wA

Jadi, di alam surga saja terdapat setan terlebih lagi di alam manusia. Pada kehidupan di alam manusia ini kita sungguh memiliki banyak kesempatan untuk melatih diri. Sesungguhnya yaksa yang suka membuat orang marah tidak berada jauh dari kita. Mereka juga ada di sekitar kita. Mereka suka mengganggu orang. Semakin kita merasa marah, mereka semakin gembira. Karena itu kita harus selalu mengingatkan diri sendiri. “Apakah kita perlu merasa marah karena satu perkataan darinya ?”  “Apakah kita perlu merasa marah karena satu mimik wajah dan satu tindakan darinya ?”. Tidak perlu.

Kita hendaknya bersyukur dan menganggap mereka sebagai Bodhisattva. Janganlah kita menganggap mereka sebagai yaksa. Kita harus memandang mereka sebagai Bodhisattva yang tengah membimbing kita. Jadi, setiap orang disekitar kita adalah Buddha dan Bodhisattva. Orang yang gampang marah dan di penuhi rasa benci juga adalah pendidikan hidup bagi kita. Mereka sangat bermanfaat bagi kita. Jangan berpikir mereka sedang melukai kita. Sebaliknya kita harus berpikir mereka sedang memberi manfaat bagi kita. Dengan demikian, kita bisa belajar banyak dari mereka. Inilah cara kita menghimpun pahala yang tak terhingga.

Pada kehidupan di dunia ini. Dimanakah kita bisa bertemu dengan banyak Buddha ?. sesungguhnya, di dalam diri setiap orang terdapat hakikat kebuddhaan. Kita harus menghargai dan menghormati setiap orang karena mereka memberi kesempatan kepada kita untuk melatih diri. Karena itu, hati kita harus selalu tenang dan jernih. kondisi batin yang tenang dan jernih adalah Nirvana. Jika dapat menghadapi orang dan masalah dengan harmonis berarti kita sudah selaras dengan kebenaran. Inilah kebenaran ajaran Buddha.

Demikianlah dituliskan kisahnya dari Master Cheng Yen Bercerita ” Yaksa Kecil Merebut Kursi Dewa Sakra ” (021) https://youtu.be/ntS6Roxp2wA

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

 

 

Sharing is caring!