Master Cheng Yen Bercerita ” Hikmah Dari Sebaskom Air ” (031)

Sharing is caring!

Master Cheng Yen Bercerita ” Hikmah Dari Sebaskom Air ” (031)

Dengan hati yang lapang kita dapat merangkul segala sesuatu di dunia tanpa ada keluh kesah dan penyesalan. Pikiran yang murni adalah kondisi batin yang paling benar, bajik dan indah. Inilah kehidupan yang kita kejar, yakni kondisi yang benar, bajik dan indah. Kadang kala, ketika kita mengerjakan sesuatu dengan kurang baik atau tidak selesai, kita akan berkata, “Saya merasa bersalah dan malu”. Saat melihat orang berkemampuan lebih baik dari kita, kita juga akan berkata, “Saya merasa malu”. Kita hendaknya selalu memiliki rasa malu.

Jika bisa selalu membangkitkan rasa malu dan bertobat, maka kesalahan kita akan lebih berkurang dan pahala kita akan berkembang menjadi tak terhingga. Kita harus bertobat atas kesalahan masa lalu dan berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jadi, kita hendaknya jangan menutupi kesalahan. Jika menutupi kesalahan, maka itu tidak akan membawa manfaat bagi diri kita.

Contohnya, sebuah kotak yang pernah diisi dengan barang kotor, kita harus segera membersihkannya. Kita harus segera membersihkan kotak itu. Setelah kotak itu dibersihkan, baru kita dapat menggunakannya kembali.  Saya pernah menceritakan kisah ini kepada kalian,  demikianlah ceritanya :

https://youtu.be/X0lBJLtAGYY?t=2m41s

Buddha juga membimbing semua makhluk seperti membimbing anak-Nya sendiri.  Setelah menyadari kesalahan, janganlah kita mengulanginya lagi.  Setelah melakukan suatu kesalahan,  janganlah kita menutupinya. Jika menutupi kesalahan kita, maka hati kita tidak akan terbuka. Jika hati tidak terbuka, maka kita tak dapat merangkul segala sesuatu di dunia. Seperti yang saya katakana tadi dengan hati yang lapang kita dapat merangkul segala sesuatu di dunia. Janganlah kita menutupi kesalahan sendiri.

Seperti yang dikatakan orang, “Jika tidak ingin orang mengetahuinya, maka janganlah melakukannya”.  Meski kita tidak mengatakan apakah benar tidak ada orang yang tahu ?. kita sering khawatir ada orang mengkritik kita di belakang. Kita khawatir bertemu dengan oran g yang mengetahui masa lalu kita dan memberitahu orang lain tentang keburukan kita. Jika demikian, hati kita akan semakin lama semakin sempit dan tidak bisa terbuka. Jadi, jika ingin memiliki hati yang lapang, kita harus memiliki rasa malu dan bertobat.

Dengan hati yang lapang baru kita dapat  merangkul segala sesuatu di alam semesta. Selain itu, kita juga harus berpikiran murni agar hati kita bersih dan bebas noda. Kita harus menghadapi setiap orang dengan hati yang tulus dan penuh hormat. Dalam melakukan segala sesuatu, kita harus memiliki sila di dalam hati.  Kita harus menjaga sila dan selalu berhati-hati. Dengan demikian, kita tidak akan timbul niat untuk membohongi orang. Inilah orang yang sungguh-sungguh memiliki rasa malu dan ingin bertobat secara terbuka.

 

Demikianlah dituliskan kisahnya dari video Master Cheng Yen Bercerita ” Hikmah Dari Sebaskom Air ” (031) https://youtu.be/X0lBJLtAGYY

 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

 

 

 

 

 

Sharing is caring!