Master Cheng Yen Bercerita – Anak Laki-laki Penjual Kue (074)

Sharing is caring!

 

Master Cheng Yen Bercerita – Anak Laki-laki Penjual Kue (074)

 

Di dunia ini banyak orang hidup kekurangan. Melihat banyaknya orang yang hidup kekurangan, bagaimana cara kita memberi bantuan ?  Hanya dengan bersumbangsih. Melihat orang tidak memiliki makanan, tidak memiliki pakaian, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, dan kebutuhan hidup harian, dibutuhkan orang yang bersedia  membangun tekad dan ikrar luhur. Setiap orang hendaknya bekerjasama untuk bersumbangsih dan mencurahkan cinta kasih bagi semua makhluk yang hidup menderita. Kita dapat menyelamatkan  orang-orang dari lautan penderitaan. Kita hendaknya bersumbangsih dengan sukarela dan penuh sukacita serta menganggap ia adalah kegiatan yang paling mengembirakan.

 

Dengan tanpa memiliki pamrih, malah kita akan memperoleh sukacita dan berkah besar. Kita sering mendengar orang berkata bahwa orang-orang yang penuh cinta kasih terkadang masih hidup kekurangan. Saya sering berkata bahwa itu karena mereka tidak menanam benih berkah pada kehidupan sebelumnya. Meski kini sudah membuka pintu hati dan melakukan tindakan nyata untuk membantu sesama, tetapi pada kehidupan lalu mereka tidak menanam benih berkah. Namun, kini mereka di penuhi sukacita meski tidak bisa langsung menikmati buah karma baik dari kehidupan ini. Akibat buah karma dari kehidupan lalu belum habis dituai, kini mereka harus tetap menerimanya dan tetap harus hidup dalam penderitaan. Akan tetapi mereka telah membuka hati dan memperkaya batin sehingga sangat senang membantu sesama.

 

Anak Laki-laki Penjual Kue

Ada seorang bhiksu tua. Viharanya sudah sangat tua.  Dia berpikir untuk merenovasi vihara itu. Karena itu, setiap hari dia keluar untuk menerima persembahan. Para warga di sebuah desa tidak menaruh hormat padanya. Mereka juga enggan berdana. Ada seorang anak yatim piatu yang menderita kurap di kulit kepala. Dia mencari nafkah dengan cara berjualan kue. Melihat warga desa tidak menghormati bhiksu tua dan enggan berdana, dia sangat sedih. Dia memutuskan untuk menahan rasa lapar demi menyumbangkan semua penghasilannya kepada bhiksu tua itu. Orang-orang yang melihatnya merasa tersentuh.  Berita ini tersebar dari mulut ke mulut. “Anak yatim piatu saja dapat berdana, mengapa kita tidak dapat berdana untuk desa sendiri ?

 

Tidak lama kemudian, vihara tua itu mulai direnovasi. Suatu hari, anak itu tiba-tiba menjadi tak dapat melihat. Beberapa hari kemudian, dia terjatuh hingga menderita patah tulang. Beberapa hari kemudian, anak itu jatuh ke dalam kolam yang penuh kotoran dan meninggal dunia. Warga desa yang melihatnya berkata, “Berbuat baik tetapi tidak mendapatkan buah karma baik.”

 

Saat bhiksu tua sedang bermeditasi, anak itu muncul dihadapannya dan memberi sujud. Dia berkata, “Guru, saya meninggal dunia.” “Saya ingin berterima kasih kepada guru.” “Pada kehidupan lalu, saya menciptakan banyak karma buruk.” “Karena itu, saya pernah terlahir di alam binatang dan alam manusia.” “di Kehidupan ini, orang tua saya meninggal muda dan saya juga menderita kurap” “Setelah kehidupan ini berakhir, saya seharusnya terlahir sebagai cacing di kolam yang penuh kotoran.” “Namun karena saya membantu memenuhi harapan guru untuk merenovasi vihara, buah karma buruk saya habis terkikis pada kehidupan ini.” “Saya ingin meminta bantuan guru untuk memberi tahu orang-orang bahwa saya menerima buah karma akibat perbuatan sendiri agar orang-orang tidak menciptakan karma buruk lewat ucapan karena dapat memutuskan akar kebajikan mereka.”

Bhiksu itu keluar dari meditasinya dan berbagi dengan orang-orang tentang kisah anak tersebut. Setelah mendengarnya, orang-orang mulai memahaminya.

 

Sungguh, kehidupan ini penuh penderitaan. Namun, jika berkesempatan untuk mendalami Dharma dan, membangkitkan cinta kasih di dalam hati,  maka kita akan memperoleh kekayaan batin. Dengan mengerahkan segenapa tenaga untuk bersumbangsih, maka kita akan menciptakan pahala yang tak terhingga. Cotohnya kisah anak tadi.

Setelah buah karma buruknya habis terkikis, pada kehidupan mendatang, dia dapat menuai buah karma baik. Di dunia ini, kita dapat melihat banyak orang yang hidup menderita. Lalu, apa yang dapat kita lakukan ? setiap orang hendaknya membangkitkan tekad dan menghimpun kekuatan cinta kasih untuk membantu orang yang menderita. Ini Juga merupakan cara menciptakan berkah.

 

Sungguh, kita harus mulai membina berkah dari sekarang. Segala yang kita temui sekarang merupakan hasil perbuatan kita di kehidupan lalu. Kini, setelah memahaminya, kita harus mulai menciptakan berkah. Harap semua orang senantiasa bersungguh hati.

 

Demikianlah dituliskan kisahnya dari video Master Cheng Yen Bercerita – Anak Laki-laki Penjual Kue (074)  https://youtu.be/5oOGxdCQkmQ

 

Master Cheng Yen Bercerita : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
Setiap Sabtu  18.30 WIB; Tayang ulang: Sabtu 22.00 WIB, Sabtu (Minggu berikutnya)  06.00 WIB

TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

Sharing is caring!