Master Cheng Yen Bercerita – Emas dan Bandit (069)

Sharing is caring!

Master Cheng Yen Bercerita – Emas dan Bandit (069)

 

Setiap hari dan setiap saat, terkadang kondisi luar  membuat kita merasa gembira. Adakalanya, saat terjadi hal yang tak diinginkan, kita merasa khawatir dan marah.  Terkadang timbul ketamakan, kebencian, dan kebodohan yang mendorong kita bersaing dengan orang lain. “ Saya tidak ingin kalah darimu. “ “Jika kalah darimu, saya sangat marah” Banyak masalah timbul akibat pertikaian, kebencian, dan kebodohan. Ketamakan, kebencian, dan kebodohan  berasal dari kegelapan batin. Kebodohan juga merupakan kegelapan batin. Saat belenggu kegelapan batin bersentuhan dengan kondisi luar, pikiran pun  kita bergejolak sehingga kita terdorong untuk melakukan kejahatan dan lain-lain. Semua noda batin bersumber dari sebersit niat kita. Hati dipenuhi kebodohan atau kesadaran, semuanya bergantung pada pikiran kita. Saat pikiran di penuhi kebodohan, maka kita akan berbuat gegabah. Saat pikiran bergejolak, maka akan timbul kebodohan.

 

Jika kita mudah terpengaruh oleh kondisi luar, maka akan timbul banyak noda batin. Noda batin timbul saat pikiran kita bersentuhan dengan kondisi luar. Inilah yang membuat noda batin terbangkitkan. Kondisi luar mempengaruhi hati kita sehingga menimbulkan banyak noda batin.   Noda batin mendorong kita menciptakan karma buruk. Inilah kebodohan.

 

Di dalam Sutra Seratus Perumpamaan ada sebuah perumpamaan seperti ini.

Emas dan Bandit

Jubah yang dikenakan oraang-orang di India berbentuk seperti mantel. Saat suaca dingin di malam hari, mereka mengenakan mantel itu untuk menutupi seluruh tubuh mereka. Ada dua orang pria yang berteman baik. Mereka bersama-sama berjalan melintasi sebuah gurun pasir. Dari kejauhan, mereka melihat sekelompok bandit. Salah satu diantaranya sangat cekatan. Dia langsung bersembunyi di balik semak. Sementara itu, seorang yang lainnya lebih lamban. Setelah menjalan mendekat, para bandit menarik mantel pria tersebut.  Pria itu merasa kedinginan. “Saya tidak bisa tanpa mantel ini. “ “Kak, mohon kembalikan pada  saya””Saya bisa menggunakan emas untuk di tukar dengan mantel saya ini. “ Bandit itu berkata, “Dimana emasmu? ” “Berikan kepada saya” “Emas saya di jahit dalam mantel ini “ Si bandit pun meraba-raba mantel itu dan menemukan sepotong emas, Dia sungguh menemukan sepotong emas, “Emas saya ini adalah Emas murni” “Siapa dapat membuktikan bahwa  emasmu ini adalah emas murni? “ “Ada seorang teman baik saya  yang bersembunyi di balik semak .”  “Kamu bisa tanyakn padanya.” “Dia adalah tukang emas.” “Kamu bisa memintanya untuk memastikan.” Para banditpun menarik keluar pria di balik semak itu. Para bandit juga mengambil mantelnya. Mereka sama-sama kehilangan mantel. Pria yang lebih lugu itu juga kehilangan emasnya.

 

Setelah berjalan melewati gurun pasir dan hutan liar, akhirnya mereka  melihat rerumputan hijau dan pepohonan. Itu berarti mereka sudah mendekati rumah  penduduk. Akan tetapi mereka bertemu dengan bandit. Orang yang pintar tahu untuk bersembunyi, Orang yang lugu hanya berdiam ditempat. Selain mantelnya sendiri diambil dia juga merugikan temannya. Selain merugikan diri sendiri, dia juga merugikan orang lain. Inilah kebodohan.

 

Ini merupakan sebuah perumpamaan bagi kita sebagai praktisi. Didalam hidup ini terdapat banyak jebakan. Dalam melatih diri, jika tidak menjaga hati dengan baik  maka kita bukan hanya akan kehilangan milik sendiri, tetapi juga akan merugikan orang lain. Bukankah pelatihan diri juga demikian ?  Selain tidak melatih diri dengan sungguh-sungguh, kita juga memengaruhi orang lain. Saat pikiran bersentuhan dengan kondisi luar, maka akan menimbulkan sebersit niat yang dapat merugikan diri sendiri dan mematahkan tekad pelatihan orang lain. Inilah yang harus kita perhatikan. Daripada terjerumus dalam kebodohan, lebih baik kita membangkitkan kesadaran.

 

Saat bersentuhan dengan kondisi luar, sering kali manusia awam membangkitkan noda batin. Sebagai praktisi Buddhis, kita hendaknya membangkitkan kesadaran yang hakiki untuk melatih diri sesuai dengan kondisi luar yang di temui. Selain membawa manfaat bagi diri sendiri, kita juga harus membawa manfaat bagi orang lain. Bangkitkan hati yang paling tulus untuk terjun ke tengah umat manusia. Noda batin dan kesadaran sama-sama bersumber dari pikiran. Hanya saja kondisi luar terus menggoda kita ubtuk menguji apakah kita memiliki pelatihan diri atau tidak. Jika memiliki pelatihan diri, maka kita memiliki kesadaran yang jelas. Selama sesuatu itu benar dan arah yang kita tapaki sudah benar, maka kita harus terus melangkah maju.

 

 

Demikianlah dituliskan kisahnya dari video Master Cheng Yen Bercerita – Emas dan Bandit (069)  https://youtu.be/51I-nGXXeJY

 

Master Cheng Yen Bercerita : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
Setiap Sabtu  18.30 WIB; Tayang ulang: Sabtu 22.00 WIB, Sabtu (Minggu berikutnya)  06.00 WIB
TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

 

 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

 

 

 

 

Sharing is caring!