Master Cheng Yen Bercerita – Anak Perdana Menteri (079)

Sharing is caring!

Master Cheng Yen Bercerita – Anak Perdana Menteri

Kumpulan ajaran yang dibabarkan oleh Buddha disebut dengan Sutra. Semua ajaran di dalam Sutra merupakan metode yang mengajarkan kita untuk berbuat baik. Ajaran Buddha mengajarkan kita untuk berbuat baik dan memahami hukum sebab akibat. Benih apa yang ditanam, itulah buah yang dituai. Benih apa yang ditanam, itulah buah yang dituai. Orang yang melakukan kebaikan akan menuai karma baik. Kita juga harus menghindari perbuatan jahat. Hal-hal yang dapat mencegah kita dari perbuatan jahat disebut sila. Ajaran yang dibabarkan Buddha tak lepas dari dua hal ini, yakni mengajarkan kita cara berbuat baik dan mengajarkan kita bagaimana menghentikan kejahatan. Ini merupakan pondasi yang paling penting.

 

Selain Buddha, Konfusius juga mengajarkan hal yang sama. Agama lain juga mengajarkan hal yang sama.  Semua agama di dunia mengajarkan orang-orang untuk melakukan kebaikan. Ini merupakan pendidikan paling mendasar. Meski merupakan pendidikan dasar, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,  kita sering kali melupakannya. Lingkungan hidup yang keras juga dapat membuat seseorang patah semangat.

 

Di dalam Sutra  ada sebuah kisah seperti ini.

ANAK PERDANA MENTERI

Di sebuah negri, ada seorang perdana menteri yang menderita penyakit dalam jangka waktu panjang. Akibat menderita penyakit dalam jangka waktu panjang, raja pun mengijinkannya pulang ke kampung halaman untuk mengobati penyakit. Setelah kembali ke kampung halaman, penyakitnya masih tak kunjung sembuh. Dia menghabiskan seluruh hartanya untuk berobat. Perdana mentri itu pun meninggal dunia akibat penyakit yang di derita. Sejak itu keluarganya pun jatuh miskin. Saat itu, putranya  baru berusia belasan tahun. Kehidupannya sangat sulit. Saat berusia 20-an tahun, anak itu tak kuat lagi menahan rasa lapar. Dia berpikir untuk pergi mencuri. Akan tetapi ia kembali berpikir,  “ Jika saya mencuri makanan mereka, maka akan menyebabkan mereka tak memiliki makanan  dan kelaparan.” “ Tidak boleh”

 

“Namun, jika saya mencuri barang di istana, maka itu tak akan membuat kerugian bagi raja. “ Lalu dia menyamar menjadi prajurit. Dia mengisi tanah ke dalam bumbungan bambu, lalu menancapkan bambu di dalamnya agar dia terlihat seolah-olah memiliki anak panah.  Setelah itu dia pun masuk ke dalam istana. Dia berhasil masuk ke dalam istana. Dia memasukkan semua barang berharga ke dalam tas.   Setelah mengambil semua barang berharga, dia melihat sebaskom air.   Dia lalu meminum air di baskom itu. Dia kemudian berpikir untuk mengaduk tanahb di dalam batangan bambu dengan air. Setelah itu dia pun meminumnya. Dia merasa kenyang dan puas. Dia tiba-tiba sadar. “ Meminum air yang diaduk dengan tanah saja sudah dapat mengenyangkan perutnya. “ “ Jika begitu saya dapat memakan rumput dan buah-buah liar.” “ Yang penting dapat mengenyangkannya.” Dia tiba-tiba sadar, “ Mengapa saya harus mencuri?”  Dia meninggalkan istana dengan tangan kosong.

 

Raja melihat semua gerak-geriknya. Beliau lalu mengutus orang untuk mencari tahu. Dihadapan raja, anak muda ini menceritakan semuanya. “ Saya ingin bekerja, tetapi tidak ada yang mengenalkan,” “ Saya ingin bekerja sebagai buruh.” “ Namun saya sebagai anak perdana mentri akan membuat orang tua saya malu,” Karena tak kuat lagi menahan lapar, saya memutuskan untuk mencuri,” “ Apakah kamu mencuri dari rakyat?” “ Kehidupan rakyat juga tidak baik.” “ Harta yang mulia sangat berlimpah.”  “ Jika saya mencuri sedikit, maka aka tidak pengaruh bagi Yang Mulia.”

 

“ Mendengar hal tersebut, raja mengagumi kejujuran anak muda ini.  “ Nafsu keinginan anak ini juga tidak besar.” “ Hanya dengan meminum air yang diaduk tanah saja, dia sudah sangat puas.” “ Anak ini sungguh bijak.” Dengan penuh sukacita, raja berkata, “ Kamu sangat rupawan.” “ Kamu juga menerima didikan dari ayahmu.” “ Kamu seharusnya meneruskan jabatan ayahmu sebagai perdana menteri.”     “ Kamu segeralah kembali ke istana.”

 

Sering kali, pikiran manusia berjalan menyimpang akibat kondisi lingkungan. Akan tetapi, sifat hakiki manusia sangat bajik. “ Saya sebagai anak perdana mentri, mana boleh mencuri barang orang lain?” “ Ternyata kehidupan manusia sedemikian sederhana.” Menurut anak muda ini, “ Memakan tanah saja sudah cukup mengenyangkan.” “ Dengan memakan rumput dan buah-buah liar, saya juga dapat bertahan hidup.” “Untuk apa saya mencuri?” Setelah menyadari hal ini, dia meninggalkan istana dengan tangan kosong. Tindakannya membuat raja sangat tersentuh. Anak ini dapat segera bertobat setelah menyadari kesalahan. Meski sempat membangkitkan niat, tetapi dia segera melenyapkan niatnya untuk mencuri.

 

Orang yang segera dapat memperbaiki diri adalah orang yang berguna. Dalam keseharian kita harus membimbing dan menasihati sesama untuk berbuat baik. Dapat kita lihat bahwa sejak kecil, anak ini sudah menerima didikan dari orang tuanya. Dia tidak berani melakukan kejahatan karena menerima didikan. Jadi, anak-anak harus dididik sejak kecil agar setelah dewasa kelak, mereka dapat senantiasa berhati-hati dan menghindar dari perbuatan keliru. Kita harus mencegah kesalahan dan menghentikan keburukan. Selama sesuatu itu salah, kita harus segera mencegahnya dan tidak melakukannya.  Kita juga harus segera menghentikan keburukan.

 

Demikianlah dituliskan kisahnya dari video Master Cheng Yen Bercerita – Anak Perdana Menteri (079) https://youtu.be/JOvOTlSvDMU

 

Master Cheng Yen Bercerita : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :

Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
Setiap Sabtu  18.30 WIB; Tayang ulang: Sabtu 22.00 WIB, Sabtu (Minggu berikutnya)  06.00 WIB
TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

 

 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva

 

 

Sharing is caring!