Sanubari Teduh – Delapan Belas Keistimewahan – Bagian 3 (300)

Sanubari Teduh – Delapan Belas Keistimewaan – Bagian 3/4 (300)

 

Saudara se-Dharma sekalian kita sering berkata bahwa pikiran masa lalu tak dapat digenggam, pikiran masa depan juga tak dapat digenggam,  bahkan pikiran masa kini pun tak dapat digenggam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus tahu bahwa yang berlalu tak dapat dihentikan. Ini bahkan berlaku bagi detik demi detik. Semenit yang lalu ataupun sedikit yang lalu tidak dapat kita hentikan. Jadi waktu tak dapat digenggam. Yang telah berlalu tak dapat  dihentikan, yang akan datang  tak dapat diprediksi. Apa yang akan terjadi di masa depan ? Kita tidak tahu. Kita tidak perlu memikirkannya. Yang terpenting adalah berfokus pada saat ini. Artinya kita harus menjaga pikiran kita. Kita harus menjaga tekad kita. Jadi menjaga pikiran dan tekad paling penting.

Saat membahas keistimewaan, sesungguhnya intinya sangat sederhana, tak lepas dari tubuh, ucapan, dan pikiran. Inilah yang kita bahas setiap hari. Namun disini dijabarkan sebagai keistimewaan. Disebut keistimewaan karena meski hal ini sering di babarkan oleh Buddha dan juga sering kita dengar tetapi semua ini mungkin baru sebatas wawasan. Sebaliknya, untuk menjaga pikiran dan tekad hingga benar-benar tanpa cela sesungguhnya lebih sulit. Buddha sudah mencapai kesempurnaan tanpa cela. Inilah bedanya dengan kita makhluk awam. Karena itu disebut istimewa. Sebelumnya kita sudah membahas hingga keistimewaan kesebelas, yaitu pembebasan tidak kurang. Tidak kurang berarti sempurna, tiada kekurangan sedikitpun. Pembebasan yang dicapai Buddha amat sempurna. Beliau sudah bebas dari kemelekatan, tidak melekat pada masa lalu, tidak melekat pada masa kini dan tidak melekat pada masa depan. Namun beliau tetap menjaga pikiran dan tekad. Inilah yang harus kita teladani. Baik Dharma berkondisi maupun tidak berkondisi, Buddha menguasai seluruhnya. Buddha sudah sempurna mengakhiri  segala noda batin. Tiada noda batin yang tersisa. Semuanya telah dibersihkan. Ini jugalah yang berbeda dari makhluk awam. Pembebasan-Nya sangat sempurna. Berikutnya adalah kedua belas :

Yang keduabelas dari 18 Keistimewaan :

Pengetahuan Buddha terhadap seluruh pembebasan amatlah jelas tanpa rintangan apapun. Inilah yang di sebut. Pengetahuan tentang pembebasan tidak kurang.

 

Yang ketigabelas dari 18 Keistimewaan :

Buddha menampakkan segala ciri agung untuk menaklukan semua makhluk serta membabarkan segala Dharma dengan kebijaksanaan sehingga membuat semua makhluk mencapai pencerahan. Inilah wujud Kebijaksanaan lewat tubuh.

 

Yang keempatbelas dari 18 Keistimewaan :

Dengan ucapan murni dan menakjubkan, Buddha memutar roda Dharma atas dasar kebijaksanaan demi membimbing dan memberi manfaat bagi semua makhluk. Inilah wujud Kebijaksanaan lewat ucapan.

 

Yang kelimabelas dari 18 Keistimewaan :

Dengan pikiran yang murni, Buddha memutar roda Dharma atas dasar  kebijaksanaan dan memasuki hati semua makhluk serta membabarkan Dharma demi melenyapkan selaput kebodohan dan kegelapan batin. Inilah wujud Kebijaksanaan lewat pikiran.

 

Buddha tahu bahwa siapapun tak lepas dari kesalahan meski sering mendengar Dharma, pikiran manusia pun adakalanya tidak terjaga. Yang terpenting adalah dapat membangkitkan rasa malu. Kita semua sungguh harus menjaga pikiran kita dan berfokus pada saat ini. Baiklah saudara sekalian, jagalah pikiran dan sebarkan ajaran. Jalan ini adalah jalan yang lapang. Harap semua orang selalu bersungguh hati.

Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh – Delapan Belas Keistimewaan – Bagian 3/4 (300) https://youtu.be/GlkY81yvpmI

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva