Sanubari Teduh – Empat Landasan Kekuatan Batin (329)

Sanubari Teduh – Empat Landasan Kekuatan Batin (329)

37 Faktor Pencerahan :

Empat Landasan Perenungan,

Empat Usaha Benar,

Empat Landasan Kekuatan Batin,

Lima Akar, Lima Kekuatan,

Tujuh Faktor Pencerahan,

Delapan Ruas Jalan Mulia.

Saudara se-Dharma sekalian setiap orang memiliki harapan. Jika manusia tak memiliki harapan, maka tak akan dapat hidup dengan penuh gairah. Jadi setiap orang hendaknya memiliki harapan terhadap kehidupan. Buddha mengajarkan kepada kita agar hidup kita sesuai dengan kebenaran. Contohnya, kita membahas empat landasan perenungan dan empat usaha benar. Mengapa kita harus mulai dari memahami empat landasan perenungan ?  Kita harus mendalami ajaran Buddha. Ajaran Buddha memberi kita jalan yang lapang untuk ditapaki, membuat kita memahami dari mana kita berasal dan kemana kita harus kembali. Ini adalah jalan yang lurus dan lapang. Jadi, Buddha membuka jalan bagi kita.

Empat Landasan perenungan :

1.  Merenungkan bahwa tubuh tidak bersih,

2.  Merenungkan bahwa perasaan membawa derita

3.  Merenungkan bahwa pikiran tidak kekal

4.  Merenungkan bahwa fenomena adalah tanpa inti.

37 Faktor Pencerahan dan Jalan Mulia Beruas Delapan telah kita pahami. Kita tahu bagaimana menjalani delapan filosofi dan arah yang benar. Empat landasan perenungan lebih halus, untuk membimbing kita untuk mengamati bahwa tubuh tidak bersih, bahwa perasaan membawa derita, bahwa pikiran tidak kekal, dan bahwa segala fenomena bersifat tanpa inti. Kita semuanya telah mengetahuinya. Inilah harapan bagi kita. Kita harus memahaminya dengan menyeluruh. Setiap hari kita penuh dengan perhitungan. Setiap hari kita merasa telah bekerja keras. Pikiran kita selalu penuh dengan perhitungan dan tubuh kita selalu bekerja keras, sesungguhnya untuk apa ? Buddha ingin kita memahami bahwa tubuh ini hendaknya kita manfaatkan sebagai sarana pelatihan diri. Jika ingin melatih diri, Kita harus memanfaakan kehidupan ini dan menggunakan tubuh ini. Jika kita tidak melatih diri saat ini juga, maka kapan kita baru akan melatih diri ? Jika kita tidak menggengam saat ini untuk sungguh-sungguh berlatih, kapan kita baru berlatih ? Sulit untuk terlahir sebagai manusia dan bertemu ajaran Buddha. Di ladang pelatihan ini, ada banyak orang yang membantu kita, baik yang bersikap ramah terhadap kita maupun yang bertutur kata kurang enak didengar. Apakah pengendalian diri kita cukup untuk berladang dada terhadap mereka. Apakah kita bisa bersikap penuh pengertian ? di Lingkungan seperti ini apakah kita dapat mengenal rasa puas ? Untuk itu kita harus menggengam kesempatan dan lingkungan yang mendukung pelatihan diri. Jadi kita harus sungguh-sungguh mengenggam saat ini untuk berlatih.

Mempelajari ajaran Buddha berarti mencari kebenaran.  37 Faktor Pencerahan adalah metode pelatihan yang dibabarkan oleh Buddha; hendaklah mengengam waktu saat ini untuk mempraktikannya dengan sukacita.

Dalam Kehidupan sehari-hari, hendaklah mengembangkan hati yang lapang. Saat bertemu segala hal, hadapilah dengan sukacita sehingga tiada hal yang dirasa tidak sesuai harapan.

 Empat landasan Kekuatan Batin:

1.  Landasan Keinginan

2.  Landasan Semangat

3.  Landasan Pikiran

4.  Landasan Pemikiran

Kekuatan batin merujuk pada rasa sukacita. Sukacita terhadap apa ? Sukacita karena memasuki jalan ini dan berjalan di jalan benar tanpa rintangan. Inilah yang di sebut kekuatan batin tanpa rintangan. Sesungguhnya siapakah yang merintangi kita ? Penghalang terbesar adalha diri kita sendiri. Jika batin kita bebas dari penghalang, maka kita akan dapat memahami segala hal.

Yang pertama dari Empat landasan Kekuatan Batin adalah Landasan Keinginan, yaitu segala Dharma yang di praktikkan berhasil sesuai harapan.   Apakah yang membuat harapan kita tidak berhasil ? Musuh terutama adalah pola pikir kita sendiri. Jika kita dapat meluruskan pola pikir kita, maka tidak akan ada musuh di sekitar kita.

Yang kedua dari Empat landasan Kekuatan Batin adalah Landasan semangat, yaitu pikiran terpusat sepenuh hati, segala harapan terpenuhi. Dalam melatih diri, kita harus sepenuh hati dan tekad. Kita harus menjaga tekad awal. Sejak awal kita telah membangkitkan rasa sukacita dan tekad yang begitu teguh. Berhubung telah membangkitkan tekad ini, maka kita hendaknya terus terfokus dan sepenuh hati.

Yang ketiga dari Empat landasan Kekuatan Batin adalah Landasan Pikiran, yaitu segala Dharma yang dipraktikkan senantiasa diingat dan tidak dilupakan. Bukan berarti saat mendengar Dharma kita merasa, “Benar, bagus sekali” tetapi kita tidak mengingatnya di dalam hati. Alangkah baiknya jika kita dapat mengingat satu kalimat saja. Dharma tidak perlu banyak, asalkan kita dapat sungguh-sungguh mengingat satu kalimat, kita akan mendapat manfaat yang tak terkira.

Yang keempat dari Empat landasan Kekuatan Batin adalah Landasan Pemikiran, yaitu Dharma di dalam pikiran tiada yang hilang. Kita harus berpikir dengan saksama, tidak boleh sembrono. Jika kita sembrono, maka hasil pertimbang kita belum tentu benar. Jika kita berpikir di dalam ketenangan, maka buah pemikiran kita akan lebih jernih dan ucapan kita juga akan lebih masuk akal. Kadang pikiran kita bergejolak. Meski yang dibahas di awal sangat masuk akal dan benar saat direnungkan dengan tenang, tetapi saat terjadi sesuatu di hadapan kita, pikiran kita mulai menyimpang dan ucapan kita juga bisa salah. Jadi kita harus menjaga ketenangan hati serta menjaga pemikiran yang tidak menyimpang.

Saudara  sekalian,  dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus memiliki kebijaksanaan seperti ini. Pemikiran kita harus benar, Jangan sampai kondisi luar memengaruhi pikiran kita. Jadi, pemikiran haruslah benar. Senantiasalah bersungguh hati.

Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh – Empat Landasan Kekuatan Batin (329) https://youtu.be/Cj-JvHZdkCc

Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :
Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB

Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva