Sanubari Teduh – Empat Landasan Perenungan – Bagian 3 (337)

Sanubari Teduh – Empat Jenis Pengamatan – Bagian 3  (336)

 

 Saudara se-Dharma sekalian, setiap hari dan setiap saat, kita hendaknya selalu berinstrospeksi adakah hari ini kita membangkitkan ketamakan atau membangkitkan nafsu keinginan ? Jika nafsu keinginan dan ketamakan bangkit, kita harus segera bertobat, jangan biarkan ketamakan ini terwujud ke luar. Jika bisa begini, inilah yang terbaik. Kita juga pernah membahas bahwa kita harus memiliki empat pengamatan.

 Empat Jenis Pengamatan :

1.   Mengamati sebab dan kondisi

2.   Mengamati buah dan akibat

3.   Mengamati tubuh diri sendiri

4.   Mengamati tubuh Tathagata

 Dengan adanya sebab dan kondisi yang berpadu, barulah ada buah dan akibat. Jadi, kita harus paham tentang sebab, kondisi, buah dan akibat. Semuanya ini saling berkaitan, bukan terpisah pisah. Sebab dan kondisi harus berpadu, baru di sebut jalinan jodoh. Jika ada sebab, tetapi tanpa kondisi, semuanya tetaplah kosong, tidak akan mewujudkan sesuatu. Jadi, diperlukan adanya benih sebab, juga adanya kondisi pendukung, barulah bisa menghasilkan buah dan akibat. Jadi, semoga semua dapat sungguh memahami  sebab dan kondisi.

 Ketiga adalah pengamatan pada tubuh sendiri. Meski tubuh ini mengalami fase lahir, tua, sakit dan mati, tetapi kita harus tahu bahwa pada diri kita ini juga terdapat hakikat kebuddhaan. Setiap orang, baik tua maupun muda, semua memiliki  hakekat kebuddhaan. Bukan hanya manusia, bahkan makhluk lainpun memiliki hakikat kebuddhaan yang sama.

 Yang ketiga adalah mengamati tubuh diri sendiri, menyadari adanya hakikat kebuddhaan;

Yang keempat adalah mengamati tubuh Tathagata, membangkitkan sukacita dari buah kebuddhaan.

 Banyaknya nafsu keinginan membawa penderitaan; segala kepenatan dalam kehidupan berawal dari ketamakan dan nafsu. Mereka yang tidak mengumbar nafsu keinginan akan terbebas dari belenggu lahir dan batin.

 Kegelapan batin bangkit dan memicu karma buruk akibat adanya pikiran yang tidak jernih. Jika kita dapat melatih pikiran untuk merenung lebih dalam saat bertemu masalah maka kita tidak akan gegabah. Kita harus senatiasa bersungguh hati dalam menjaga pikiran jernih dan kekuatan pengamatan. Kita harus senantiasa ingat untuk berintrospeksi. Kita juga tidak boleh menjauhi teman yang baik. Jadi, harap semua selalu bersungguh hati.

Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh – Empat Jenis Pengamatan – Bagian 3 (337) https://youtu.be/Srr0QUGH3xk

 

Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :
Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB

Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

 

 

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva