Sanubari Teduh – 守本分盡本事 Menunaikan Kewajiban dan Memegang Teguh Moralitas

Sanubari Teduh – 守本分盡本事 Menunaikan Kewajiban dan Memegang Teguh Moralitas

Makhluk awam bertindak bodoh karena kegelapan batin, bergaul dengan teman yang merugikan, sehingga mempertebal noda batin yang mengacaukan pikirannya. Disebabkan ketidaktahuan akan hakikat sejatinya, manusia bersikap congkak dan sesuka hati.

Kehidupan sungguh tidak kekal. Dunia dilanda banyak bencana, bencana bencana ini, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, jika direnungkan baik baik, semua bermula dari pikiran manusia.  Jadi, manusialah yang mendatangkan bencana. Karena manusia yang menyebabkan semua itu, bukankah semua orang harus berinstropeksi ? Kita sungguh harus berinstropeksi.

Dalam enam alam kehidupan, semua makhluk diliputi kekeruhan berlapis-lapis siapa yang tak pernah melakukan pelanggaran ? Siapa yang tak pernah melakukan kekeliruan ? Pelanggaran adalah kesalahan yang disengaja, ini adalah sebuah kejahatan. Jelas-jelas tahu dirinya bersalah tetapi ia malah mencari cara agar orang lain dihukum atau mengalamin penderitaan. Dengan demikian ia baru merasa puas. Orang seperti inilah yang disebut melakukan pelanggaran, yaitu kesalahan yang disengaja untuk mencelakai orang.

Banyak juga orang yang tak sengaja melakukan kesalahan. Kesalahan yang tak disengaja ini disebut kekeliruan. Arti dari kekeliruan adalah kesalahan yang tidak disengaja. Jadi, janganlah kita mengatakan, “Saya tidak pernah melakukan kesalahan”. Pasti pernah. Sengaja maupun tidak, tetaplah kesalahan.

Buddha berkata, “Makhluk awam bertindak bodoh karena kegelapan batin”. Beginilah makhluk awam. Makhluk awam diliputi kebodohan, tak menyadari apa yang mereka lakukan, sehingga terus diliputi kegelapan batin.

Kita memiliki hakikat kebuddhaan yang sama dengan Buddha.  Namun, karena diliputi ketamakan, kebencian, kebodohan, dan kegelapan batin lainnya, kita melakukan kesalahan yang di sengaja maupun tidak sehingga terus menerus terlahir di enam alam kehidupan dan sulit untuk mencapai kebebasan.

Pikiran yang terganggu noda batin harus senatiasa diingatkan dengan ajaran Buddha. Dengan terus menerus membina sikap dan prilaku yang benar, barulah kita dapat kembali pada hakikat sejati yang cemerlang. Ketidaktahuan mengakibatkan manusia bersikap congkak dan sesuka hati. Artinya mereka bertindak semaunya. Dengan demikian, mereka tak mau menunaikan  kewajiban sebagai manusia dan hanya melakukan hal-hal yang diinginkan. Inilah yang disebut bertindak sesuka hati, mereka menjaga hati dengan baik dan sangat ceroboh. Mereka berpikir dirinya selalu benar dan orang lain salah. Dengan bersikap congkak dan sesuka hati, tabiat buruk akan terpupuk perlahan-lahan. Mereka senantiasa melakukan perbuatan  buruk dan tak mau mendengar nasihat orang lain. Karenanya, tabiat buruk akan terus terakumulasi.

Mempelajari dan mempraktikkan ajaran Buddha adalah belajar membenahi batin, menunaikan kewajiban sebagai manusia dan memegang teguh moralitas. Dengan demikian barulah dapat maju selangkah untuk menemukan kembali hakikat sejati kita yang murni. Kita semua hendaknya berusaha menemukan kembali hakikat sejati kita. Dimulai dari menjaga hati dengan baik, barulah kita dapat menemukan kembali hakikat diri. Kita harus menjaga pikiran dengan baik. Kita hendaknya selalu bersungguh-sungguh hati.

Demikianlah diintisarikan  Sanubari Teduh – 守本分盡本事 Menunaikan Kewajiban dan Memegang Teguh Moralitas – 007 https://youtu.be/Ik-Q-G0Dqag

Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA :
Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB

Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva